Revitalisasi Kota Tua

Meski sudah berlangsung hampir 40 tahun, sejak zaman Gubernur Ali Sadikin, revitalisasi Kota Tua Jakarta masih tetap berjalan di tempat karena tak adanya koordinasi di antara stake holders- nya.

Demikian kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo dalam acara peresmian Forum Konsultasi Revitalisasi Kota Tua Jakarta, Senin (28/5).

"Banyak kajian, penelitian, maupun seminar sudah dilakukan. Akan tetapi, usaha revitalisasi Kota Tua Jakarta masih saja berada di tahap awal dan tertinggal dari kota-kota lain di dunia," kata Fauzi dalam pidato sambutannya. Ditambahkan, apa yang diperlukan sekarang bukan lagi master plan, tapi working plan untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang nyata.

Menurut Fauzi, revitalisasi Kota Tua harus dilakukan dengan melibatkan semua stake holders agar dapat dicapai hasil yang maksimal. Sebab, banyak warga Jakarta yang sebenarnya telah melakukan berbagai inisiatif dengan tujuan sama.

Ditanya kenapa gagasan revitalisasi belum juga menunjukkan hasil nyata, Fauzi menyatakan, hal ini karena semua pihak yang berkepentingan, mulai dari pemerintah, pengusaha, sampai lembaga swadaya masyarakat, masih berjalan sendiri-sendiri.

Bukan hanya untuk turis

Dalam kesempatan sama, Presiden Pasific Rim Council on Urban Development (PRCUD) Cor Dijkgraaf menyatakan pentingnya menjadikan Kota Tua Jakarta sebagai aset bagi Jakarta. Bukan saja sebagai aset pariwisata yang bisa mendatangkan uang, tetapi juga sebagai pusat kebudayaan bagi 8,5 juta warganya.

"Saya bersyukur bahwa Pemerintah DKI Jakarta memiliki komitmen yang besar untuk mewujudkan hal itu," kata Dijkgraaf, yang bersama PRCUD-nya menjadi mitra Pemda DKI Jakarta dalam penyelenggaraan forum konsultasi yang akan berlangsung hingga Rabu besok.

PRCUD merupakan organisasi nirlaba internasional yang telah menyelenggarakan forum tahunan serupa sejak tahun 1989 di berbagai kota lain, termasuk Hongkong, Vancouver, Brisbane, Malacca, dan Palembang.

Kota Tua Jakarta adalah kawasan seluas 139 hektar yang dulu dikenal sebagai Oud Batavia (Batavia Lama), yang mencakup wilayah Jakarta Kota dan sekitarnya, termasuk Pelabuhan Sunda Kelapa. (muk - Kompas)

0 comments:

test