Proyek revitalisasi

Pembangunan Semipedestrian Dimulai

Jakarta, Kompas - Pembangunan semipedestrian untuk mengawali proyek revitalisasi Kota Tua Jakarta akan dimulai Minggu (27/8).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta Aurora Tambunan, Kamis kemarin, menjelaskan, pembangunan semipedestrian merupakan program unggulan yang dimaksudkan untuk menekan arus lalu lintas sehingga memudahkan pejalan kaki menikmati Kota Tua.

"Ini menunjukkan kesungguhan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menghidupkan kawasan Kota Tua. Gubernur sudah menetapkan program itu sebagai program unggulan setara dengan busway, banjir kanal timur, dan Jakarta ijo royo-royo. Program ini akan mulai dirintis akhir pekan ini," kata Aurora.

Menurut dia, seluruh permukaan jalan akan dibongkar, diganti batu andesit ukuran 10 sentimeter x 18 sentimeter, sama dengan trotoar. Luas jalan akan dikurangi sehingga lebih memberi keleluasaan bagi pejalan kaki.

Tahap awal proyek itu diresmikan Gubernur Sutiyoso di depan Museum Wayang, Minggu mendatang. Tahap awal perombakan jalan akan dimulai dari Jalan Pintu Besar Utara hingga Café Batavia. Selanjutnya akan diteruskan di sekitar Kantor Pos, Jalan Kunir, hingga di depan Museum Seni Rupa dan Keramik. Tahap akhir proyek semipedestrian dilakukan di kawasan Kali Besar.

Aurora mengatakan, proyek ini diharapkan mendorong pemilik bangunan untuk memanfaatkan bangunan tua bersejarah sebagai pusat kegiatan seni dan wisata.

Perlu hati-hati
Sebelumnya Aurora hadir dalam diskusi terbatas di Harian Kompas tentang usulan pembangunan koridor sejarah Jakarta yang akan menghubungkan Sunda Kelapa-Harmoni-Monas. Dalam konsep yang diusulkan Pelaksana Harian Badan Pengelola Sunda Kelapa Martono Yuwono itu, kawasan Sunda Kelapa akan dikembangkan menjadi tengara (corner stone) atau landmark.

Dalam pengantar yang dibacakan Aurora, Gubernur Sutiyoso pada prinsipnya menyambut baik usulan itu, tetapi adanya koridor Sunda Kelapa-Harmoni-Monas itu perlu kesepakatan dari para ahli sejarah.
Sejumlah peserta diskusi juga setuju dengan konsep tersebut, tetapi implementasinya perlu sangat berhati-hati. (ong/pin)

0 comments:

test