Jalan Pancoran

Pedagang Kaki Lima Mulai Merambah Jalan Pancoran

Jakarta, Kompas - Puluhan pedagang kaki lima mulai kembali berjualan di Jalan Pancoran, Jakarta Barat, yang sedang dibenahi Pemerintah Kota Jakarta Barat sebagai bagian dari revitalisasi Kota Tua Jakarta.

Berdasarkan pantauan sepanjang pekan hingga Jumat (24/11), lebih dari 50 pedagang kaki lima (PKL) menggelar dagangan di trotoar dan emperan toko di sepanjang dua sisi Jalan Pancoran.

Saat ini Jalan Pancoran dibongkar untuk dikembalikan pada fungsi semula sebagai jalan raya, dengan biaya Rp 12 miliar, setelah sempat ditutup untuk jalur pedestrian (jalur untuk pejalan kaki).

Akibat pembangunan jalur pedestrian, selepas kerusuhan Mei 1998, kawasan itu dipenuhi lebih dari 2.000 PKL yang membuat suasana semrawut, kumuh, dan banyak orang yang meminta uang keamanan.

Jadi pasar malam
Wakil Ketua Paguyuban Kota Tua Jacky yang ditemui berharap pemerintah bersedia mengatur agar PKL dapat berjualan pada petang hingga malam hari supaya kawasan itu hidup seperti pada masa lalu.

"Cara serupa diterapkan di luar negeri. Para PKL menjadi daya tarik saat pertokoan mulai tutup," kata Jacky.

Kebijakan serupa memang ditempuh di Singapura, Malaysia, dan Hongkong sehingga menambah nilai ekonomi serta daya tarik sebuah kawasan, misalnya menjadi pasar malam. Semisal Petaling Street di Kuala Lumpur, Chinatown di Singapura, ataupun sejumlah tempat di Mongkok di Hongkong SAR.

Bambang, seorang PKL yang membuka warung kopi, mengatakan, pihaknya selama ini berjualan dengan tertib. Dia bersama sejumlah PKL menyimpan barang dagangan mereka di se- buah gang di kawasan Petak Sembilan.

Menurut seorang warga, ada oknum yang sengaja "bermain" dengan cara menghimpun PKL serta memungut biaya sewa dari mereka. (ong)

0 comments:

test